Hari ini, Rabu, 12 November 2014, sekitar pukul 8.15 WIB..
Saya tiba di Stasiun Citayam pada pukul 8.15 pagi.. ketika akan membeli tiket, tiba-tiba dari arah dalam stasiun/rel, ada suara teriak orang-orang yang sangat histeris..
Semua orang dekat saya pun, termasuk petugas berseragam biru KAI berlari ke arah suara tersebut..
Dari arah tersebut ada pula yang menuju keluar stasiun dan bilang "ada yang ketabrak kereta.." mendengar hal tersebut, jantung saya terasa berdegup kencang dan kaki saya seketika kaku seolah tak ingin beranjak dari tempat saya berdiri.. Orang-orang dekat saya pun masih penasaran apakah benar ada orang yang tertabrak kereta yang kini masih terhenti di rel stasiun Citayam..
Saya pun memberanikan diri untuk tetap membeli tiket dan masuk ke dalam stasiun..
Terlihat orang-orang masih ramai memperhatikan bawah rel yang masih tertutup oleh kereta..
Saya pun penasaran sekaligus takut, dan saya bertanya kepada salah satu petugas KAI:
"pak, kereta tetap jalan (beroperasi)?"..
"iya masih"
"memangnya bener pak ada yang ketabrak?"
"iya, tapi belum tahu gimana kondisinya.."
Tidak berapa lama kemudian kereta bergerak menuju arah Jakarta.. Orang-orang pun makin riuh dan tegang.. Saya sendiri tidak berani melihat ke arah rel tersebut karena tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan orang yang tertabrak tersebut apabila kereta jalan..
Setelah kereta lewat, ada salah satu petugas membawa tas dan sepatu yang mungkin adalah milik orang yang tertabrak tersebut.. Tiba-tiba dari arah luar stasiun sudah ada keramaian petugas.. Sepertinya mereka sedang mengevakuasi orang yang tertabrak tersebut..
Kemudian saya mendengar "ah gak seru.. kirain mati orangnya" celetuk salah seorang Bapak muda..
Jleb "Astagfirulloooh.." (dalam hati saya)
Parah yah itu Bapak "Helloooooo.. gimana kalau itu terjadi ke diri dia??, gimana kalo yang ketabrak saudara dia? anak dia? ayah dia?" Masih bisa bilang kayak gitu????"
kalau pun ia hanya bergurau, itu gak pantes banget menurut saya.. Tapi, Alhamdulillah, segala Puji bagi Alloh SWT.. kalau orang itu ternyata selamat.. saya senaaaang :D alhamdulillah
Yaa hari ini saya belajar banyak hal baik dari orang yang tertabrak dan orang-orang yang melihat..
Bahwa setiap kejadian terkadang ada yang diluar kendali kita, namun kita harus tetap hati-hati.. intinya tidak hanya berserah diri kepada Alloh SWT tanpa USAHA DAN DOA dalam hal apapun!!
Sebaiknya jika sedang distasiun atau menggunakan kendaraan umum
1.Jika terlambat dan terburu-buru, tetap usahakan fokus pada jalanan
>Berdirilah ditempat yang telah ditentukan yaitu dibelakang garis kuning..
2. Jika kereta sudah dekat, jangan menyebrang
3. Jangan menggunakan HP karena akan membuat tidak fokus
4. Jangan Mendengarkan lagu dari headset atau aerphone
5. Jangan mengobrol terlalu serius dengan rekan atau teman
Harapan saya sih, semoga Perkeretalistrikan di Indonesia ke depan sudah bisa tambah baik lagi.. mungkin bisa dicontoh negara tetangga kita, Singapura... Ketika saya tahun lalu berkunjung ke sana, MRT nya ada dibawah atau diatas jalanan.. jadi resiko kecelakaan dengan kendaraan lain ataupun pengguna jalan akan sangat tidak mungkin.. Selain itu keamanan dari segi fasilitas sangat bagus yaitu, antara ruang tunggu MRT dan rel di pagari pagar otomatis, sehingga apabila MRT telah berhenti dan pintu MRT telah terbuka, pintu pembatas antara ruang tunggu dan rel baru akan terbuka.. orang-orang disana pun sangat tertib dengan memberikan jalan bagi pengguna MRT yang akan keluar terlebih dahulu..
Ini juga pelajaran bagi kita, bahwa ketika kita melakukan kecerobohan, hal itu tidak hanya akan berdampak pada diri kita tetapi juga mungkin orang lain..
Yaaa, sekian dulu informasi dari saya..
Tetap Waspada ya dijalan.. Jangan lupa, Hati-hati dan berdoa! Karena bagaimanapun semua ada yang menguasai melebihi kemampuan kita :))
Salam,
Zahraniz Muhammad
No comments:
Post a Comment