| Di depan Bagian Sumber Manusia PNM |
Saya mempunyai teman dekat bernama Umi Nurchayati, kami pun memutuskan menjadi satu tim dalam PKL ini. Praktek kerja perpustakaan yang saya lakukan memang butuh biaya yang tidak sedikit. Namun untuk belajar tidak hanya ilmu formal mengenai ilmu perpustakaan tetapi juga budaya organisasi maupun masyarakat negara lain dan kemandirian hidup dirantau maka saya memilih PKL di Perpustakaan Negara Malaysia, itulah yang menjadi motivasi awal saya memilih untuk praktek kerja perpustakaan di Malaysia.
Hal itu membuat saya dan teman saya berusaha mencari donatur untuk belajar ke sana dan mencari informasi tentang perpustakaan negara malaysia melalui senior yang 2 tahun sebelumnya telah melaksanakan pkl disana dan mencari informasi melalui internet.
Tepat hari Sabtu tanggal 22 Juni 2013, kami berangkat dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara internasional Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Airport). Dan dimulailah cerita yang akan menjadi pengalaman bagi saya selama di Malaysia.
Kami memulai praktek pada hari Senin tanggal 24 Juni 2013. Kami disambut oleh bagian sumber manusia yang sangat ramah menyambut kedatangan pertama kami di perpustakaan negara malaysia. Bagi saya sendiri, inilah pengalaman pertama berinteraksi secara langsung dengan orang malaysia yang sering disebut satu rumpun dengan orang Indonesia yaitu rumpun melayu. Hal itu dikarenakan dari segi perawakan, bahasa dan budaya memang memiliki banyak kesamaan.
Pada awalnya, saya masih kurang cepat dalam memahami bahasa Malaysia saat berbincang dengan pusakawan PNM, namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena Encik (bapak) dan Puan (ibu) yang berinteraksi dengan saya sudah tidak asing dengan bahasa Indonesia sehingga dapat membantu saya untuk dapat memahami beberapa kata yang belum saya mengerti begitupun sebaliknya.
Kembali ke Proses yang saya lalui untuk mengajukan permohonan praktek kerja perpustakaan disana, mulai dari mengirim email ke bagian sumber manusia PNM, konfirmasi via telpon, tidaklah sulit dan lama yaitu tidak lebih dari seminggu kami sudah mendapat konfirmasi dari pihak PNM atas pertanyaan dan pengajuan kami. Hal ini dikarenakan mereka telah menerapkan ISO 9001: 200… Itu merupakan standar dari ….. (lupaa.. hehe) bagi suatu organisasi agar dapat menjalankan kerjanya sesuai yang diatur oleh ISO demi tercapainya kinerja yang baik dan memuaskan serta memenuhi target dan tujuan organisasi tersebut.
Disana, semua bagian yang kami datangi menyambut dengan positif kunjungan belajar yang kami lakukan. Banyak ilmu dan informasi yang kami dapat dan praktekkan disana seperti di bagian pengolahan, pelayanan dan pemuliharaan. Secara garis besar semua kegiatan yang dilakukan di PNM dalam proses pengolahan hingga pelayanan bahan pustaka dan informasi kepada pemustaka adalah sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) meskipun dibeberapa aspek PNM lebih unggul dari PNRI. Tahun 2011 lalu saya sudah pernah magang di PNRI selama 1 bulan saat libur semester 2, jadi saya tahu bagaimana keadaan perpustakaan nasional di Indonesia.
Rasa penasaran menghantui saya tentang kebijakan pemasangan bendera, foto dan rukun negara tersebut. Lalu saya bertanya ke banyak pegawai yang menjadi pembimbing saya di sana. Dan saya sangat terkejut dengan jawaban yang sama yang diberikan oleh mereka. Untuk bendera misalnya, tidak ada kebijakan khusus yang harus memasang bendera kebangsaan Malaysia sepanjang tahun. Biasanya bendera tersebut dipasang saat akan memperingati hari kemerdekaan Malaysia setiap tahunnya dan setelah beberapa pekan akan kembali di turunkan. Namun berbeda dengan dua tahun lalu, bendera-bendera tersebut membuat rasa bangga tersendiri dan memberikan semangat sehingga tidak lagi dilepas dan hingga saat ini masih terpasang di seluruh bagian ruangan, itulah pengakuan dari beberapa pegawai yang saya tanyai.
Mungkin hal tersebut bisa diterapkan di perpustakaan Indonesia, tentunya dengan harapan dengan menerapkan interior seperti PNM yaitu dengan memasang bendera merah-putih dapat meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara, negara Indoensia dan menimbulkan rasa nasionalisme yang tinggi.
Dalam hal pelayanan kepada penggunanya, PNM juga sudah menerapkan book drop di beberapa tempat umum. Hal ini memudahkan anggotanya dalam pengembalian buku tanpa harus ke perpustakaan. Book drop adalah sebuah boks tempat pengembalian buku dengan mesin yang tersistem otomatis dan ditempatkan dibeberapa tempat umum dengan tujuan memudahkan pengguna perpustakaan yang akan mengembalikan buku. Selain itu PNM juga mempunyai beberapa buah mesin otomatis untuk meminjam buku yang ditempatkan diruang peminjaman sehingga dapat mempercepat pengguna di perpustakaan dalam melakukan transaksi peminjaman buku di perpustakaan.
Untuk warga negara asing pun dapat menjadi anggota perpustakaan di sana. Caranya juga sangat mudah, tetapi saya baru mencoba lewat manual saja yaitu dengan mendaftarkan diri secara langsung di kounter pendaftaran di PNM dengan menunjukkan Paspor dan KTP Indonesia. Petugas memproses pembuatan kartu keanggotaan hanya dalam 5 menit saja tanpa biaya registrasi dan saya pun akan memiliki akses menikmati fasilitas dan layanan perpustakaan, salah satunya peminjaman buku. Kalau ingin tahu lebih mengenai PNM, silahkan kunjungi www.pnm.gov.my.
Selain itu saya juga sempat mengunjungi teman saya, Vika Amalia Rahman, PSIP 2010 yang Praktek Kerja Perpustakaan di Perpustakaan Nanyang Technology University, Singapura. Tidak banyak memang yang dapat saya ceritakan. Namun dari yang terlihat adalah perpustakaan ditempatkan dalam sebuah kawasan yang terintegrasi dengan berbagai sarana dan fasilitas yang sangat memadai. Saya sangat tertarik dengan hal itu karena menurut saya mahasiswa tidak akan bosan dengan lingkungan kampus jika mempunyai sarana pendukung belajar seperti itu. Perpustakaan berada dekat dengan Foodcourt, taman tertutup dengan Wifi, ruang terbuka yang di desain cukup cantik, dll sehingga membuat kenyamanan tersendiri bagi mahasiswa dan pengunjungnya.
Sekian pengalaman yang bisa saya ceritakan. Terlalu banyak pengalaman berharga yang tidak bisa saya tuliskan semua disini. Semoga melalui berbagai pengalaman hidup yang kita lewati dapat menjadi pelajaran berarti di masa depan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Mari berbagi kisah pengalaman.... sukses untuk semua! Semoga bermanfaat :)
No comments:
Post a Comment