Hari itu,………………..
Rasanya jika ku ingat, mual,
pening, dan bahkan ingin mati.
Tapi bisa-bisanya mereka bilang
itu lebay.
Tau apa mereka tentang ini?
Aku pun dulu mungkin menjadi
manusia jahat seperti mereka.
Hanya bisa berpendapat sesuai
perkiraan saja tanpa memikirkan mereka yang mengalami.
Aku pun berjuang sendiri melawan
sedih, kekecewaan dan bahkan kini menjadi sakit hati.
Tahu apa mereka?
Mungkin mereka tidak mengalami
hingga bisa-bisanya mulutnya berbisa seperti ular cobra.
Jika aku tak kuat, mungkin sejak
minggu-minggu awal aku sudah berpindah alam.
Lalu, kenapa aku masih disini
untuk menulis perasaanku?
Mungkin karena aku bodoh, yang
terus percaya dan percaya.... bahkan berharap pada sang Maha Kuasa.
Kadang, badut disekelilingku
menjadi hiburanku.
Betapa aku ingat kata-kata sampah
dari mulut mereka yang tak cocok dengan gelar dan kedudukan serta status yang
mereka punya.
Kadang aku juga ingat badut
bermuka dua, manis di depan, namun entah dibelakang. Menyalahkanku untuk
mencari aman saat ku tak dengar.
Intinya, dunia ini mulai
menyeleksi dan menyisakan orang-orang baik dan pantas aku sebut teman setelah
hari itu. Ya, hari itu.....
Sejak hari itu pun aku mampu
menjadi pembohong ulung, aku mampu sapa mereka yang seharusnya tak perlu ku
sapa lagi.
Ya, hari itu menjadi titik balik
semuanya. Ya, hari itu menjadi hari pertama ku di dunia yang penuh kepalsuan.
Ya, hari itu aku ditunjukkan,
bahwa yang kau anggap baik, bisa jadi manusia paling bejat yang dikenal.
Lagi-lagi ku hanya bisa bilang, terima
kasih Tuhan. Sungguh aku.............
Sudahlah.. semoga di depan, aku
dapat menjadi seseorang yang dianggap teman pada seseorang yang mengalami kata
yang sangat ku benci..
UI Depok, 22 November 2025
No comments:
Post a Comment