Aku terselamatkan,
posisiku yang tak nyaman dari hempitan si A dan si B
HAHAHAHA
Dengan tawa bangga dia ungkapkan kata itu
Terselamatkan?
Wah...
Bangganya dia sebutkan,
mentang-mentang sekelilingnya sepemikiran??
Menjijikan!
Si A-Si B?
Pantaskah ia memanggil dengan sapaan itu?
Kepada mereka, yang seharusnya seumuran sang Ibundanya?
Ah, paham apa mereka?
Buktinya?
Seseorang membelanya "Mulut disini memang begitu, cuma becanda"
Saya coba ingat-ingat ulang sepanjang hidup saya,
AH SAYA TIDAK BEGITU PADA IBUNDA.
Ah, mungkin mereka lupa, becanda ada batasnya!
Lantas?
Beberapa penguasa hanya berdiam.
Ada yang sok bertanya, padahal mendengar.
Sok tidak paham, padahal melihat kejadian.
Bahkan ada yang dengan lantang menunjukkan keangkuhan sekaligus kebodohan sebagai pimpinan.
"Lapor saja keluar, saya bisa jelaskan".
Tanpa melihat lagi siapa yang salah,
hanya mengiyakan mereka yang 'bersama-sama'.
HAHAHAH
Mungkin mereka tak ingat,
bahwa karma itu ada.
Jakarta, 1 Januari 2026, 00:39 WIB
Terinspirasi kisah nyata
.zahrasholeh.
Catatan: Hidup itu terus berputar, ketika pura-pura dan terus mencari aman dengan situasi, manusia seperti itu tidak akan mendapatkan kebaikan dunia-akhirat.
Meski yang berusaha jujurpun tak selamanya menemui kemulusan berkat kejujurannya. Tapi setidaknya, mereka tidak menyakiti orang lain dan tidak membohongi diri sendiri. Ada tempat yang mereka nanti, yaitu akhirat yang abadi.