Demi ikut kelas Kak Jade, seorang personal assistant di Egypt Embassy, aku skip jam kedua kelas bahasa inggris di hari sabtu, 21 Juni 2025. Hehehehe
Pertama kali kenal Kak Jade waktu aku ikut kunjungan ke Egypt Embassy Jakarta, sekitar bulan Mei lalu. Ketika lihat jobdesknya, aku mengingat masa-masa di FISIP UI dan Perpusnas, ketika menjadi staf administrasi dan pustakawan yang merangkap hampir bisa dikatakan sebagai personal assistant, karena pekerjaan yang aku lakukan kadang terkait hal pribadi dari pimpinan. But I'm okay with it as long as it's reasonable and easy to do.
Tapi seru sih, meski cape. Mungkin karena aku juga bukan seorang introvert. Hahahaha.
Aku lebih suka kerja 'mobile' dan bertemu banyak orang.
Aku ingat, ketika di FISIP UI, banyak staf yang 'malas' berurusan dengan dosen karena berbagai alasan, aku malah dengan senang hati yang akan maju menghadapi dosen-dosen hebat disana.
Bagiku ketika berinteraksi dengan Dosen-dosen, kadang, aku belajar dan mendapatkan banyak hal, misalnya melihat semangat mereka, cara mereka berkomunikasi, bagaimana mereka menanggapi sesuatu disekitar mereka, dan masih banyak lagi. Yang pasti, mereka yang tidak hanya bergelar namun juga bijak, akan memperlakukan staf dengan ramah dan hangat. Wah intinya kalo diceritain banyakan serunya dibanding dukanya hehehe.
Dari FISIP UI, aku bisa kenal banyak orang-orang hebat termasuk manajer pertama saya yang keren abis yaitu Mba Riris (Dwi Ardhanariswari Sundrijo, Ph.D.), Prof. Eko Prasojo, Prof. Imam Prasodjo, Prof. Suraya Afiff, Kania Saraswati, Ph.D., Ikhsan Darmawan, Ph.D., Iqrak Sulhin, Ph.D., dan masih banyak lagi.
Meskipun sebenarnya aku sudah banyak tau dosen-dosen hebat lainnya di FISIP UI dari sebelum bekerja disana sih. Tepatnya sejak SMA sudah kenal rata-rata dosen FISIP hehehe. Karena banyak pembicara politik hebat dari sana, dan jujur aku sudah menyukai berita tentang politik dari sejak SMA dan mengenal mereka melalui televisi ketika menjadi narasumber terkait isu politik dan sosial hehehe.
Begitu juga pengalaman di Perpusnas, ketika banyak diajak pimpinan beredar mengikutinya, aku banyak belajar hal baru dan dikenalkan oleh banyak orang-orang tidak hanya internal tapi juga eksternal. Aku jadi belajar bagaimana berusaha tetap profesional ketika sudah lelah hahahaha.
Balik ke kelas Kak Jade yang ternyata mengundang Diplomat muda dari Kementerian Luar Negeri dooong, namanya Kak Yuta.
Wah emang worth it banget dengan biaya yang murah cuma 150ribu bisa ngobrol langsung dengan mereka.
Jiwa kerja 'mobile' dan everywhere ku meronta-ronta. wkwkwkk....
Dan dari kelas ini, aku kayak merecall tentang apa saja yang harus disiapkan menjadi seorang personal assistant (pa). PA tidak bisa memikirkan dirinya sendiri, ia harus mampu beradaptasi dan memikirkan kondisi orang lain. Hal ini sangat diperlukan agar dapat dengan mudah berkoordinasi dilapangan. Selain itu, penampilan harus dijaga karena pa akan bertemu banyak orang dalam banyak sutuasi.
Selain itu, aku belajar bagaimana ketenangan diri dari seorang Diplomat muda tersebut, dimana ia melatih diri untuk bersikap tenang dalam situasi apapun.
Kayaknya kalo ada reinkarnasi, bisa mengulang hidup, aku bakal ambil jurusan HI dan lamar jadi Diplomat hahaha.
Yah karena sudah tercebur ke dunia perpustakaan ini, yasudah yaaaa.......
Cuma bisa inget firman Allah SWT "Allah SWT tidak akan merubah suatu kaum, kecuali mereka berusaha merubahnya." daaaaan MAN JADDA WAA JADAA...
Yuk, bisa yuk! Meski cape banget.........




