Saturday, 3 June 2023

Anak itu Investasi Dunia-Akhirat

 Assalamualaikum. Udah lama gak nulis di blog, kangen juga.


Semoga Lily dan Tilla baca ini ya sayang.

Kalian adalah investasi Dunia-Akhirat untuk Umy dan Aby.


Saya dan suami pernah, bahkan sering baca pernyataan "Anak bukan milik orangtuanya, jadi bebaskan saja dia". "Anak bukan investasi...", dan masih banyak lagi dengan pernyataan serupa.

Tidak ada yang salah dengan kalimat-kalimat tersebut, namun saya dan suami punya pendapat lain.


Anak adalah anugrah sekaligus amanah dari Alloh SWT.

Bahagia, kesal, marah, kecewa pasti pernah dirasakan seorang ayah dan ibu kepada anaknya, namun karena cinta yang begitu besar, akhirnya sebagai orangtua, pasti akan memaklumi sang anak sebesar apapun kesalahan yang dilakukan anak.

Semenjak menjadi seorang Umy dan Aby, itulah yang kami rasakan.

Kami yakin, apa yang kami ajarkan dan biasakan ke anak-anak akan mempengaruhi hidupnya.

Sebagai ibu, saya berharap mereka menjadi ilmuwan besar yang sholehah, apa salah?

Tentu tidak, karena saya ingin yang terbaik untuk anak-anak saya kelak. Tidak hanya kebaikan di dunia namun akhirat mereka. Dengan baiknya dunia dan akhirat mereka, tentunya akan mengalir pula kebaikan tersebut kepada saya dan suami sebagai orangtuanya.

Nah, tinggal bagaimana kami membentuk mereka, serta mengarahkan agar mereka menjadi seorang ilmuwan kelak.


Berat, tapi kami tetap dan terus berusaha karena kami sangat mencintai mereka.


Ya begitulah, semangat anak-anak ku yang cantik, mungil, cerdas dan sholehah. Kalian pasti bisa!

Monday, 13 February 2023

Tanda Kematian 2

Beberapa minggu setelah berita itu, aku merasakan rindu padamu. Ya, biasanya engkau mondar-mandir ke tempatku. Cerita ini-itu. Sebenarnya sampai saat ini, kadang aku merasa engkau hanya sedang tak ada. Ya, tak ada ditempat. Entah engkau sholat dhuha, beli jus atau makan siang, atau kau sedang ke kamar mandi. Tapiiii, hari itu, malamnya aku mimpi. Engkau sedang duduk bersama Bu Widi disampingku. Lalu ada mahasiswa yang ingin pinjam buku, namun kau diam saja. Aku pun bingung, "kok mba yayah gak layanin ya, padahal kan gak lagi ngobrol juga sama bu widi" pikirku. Ya sudah, aku layani saja :) setelah itu, seolah beliau bicara padaku. "Ya gimana zahra, maaf ya, aku kan udah gak disini. aku dipindah ke atas sih. Jadi udah gak bisa bantu kamu lagi." Masih dalam hening, aku berpikir "dipindah ke atas? maksudnya ke 6? lantai 6 itu adalah Dekanat".

Setelah terbangun dari mimpi aku menangis, senang dapat mimpi beliau yang hanya diam saja. katanya jika seseorang yang telah meninggal dan dia hadir dimimpimu tidak bercakap sepatah katapun, itu adalah ruh nya. Wallahu a'lam. Mungkin beliau pun rindu padaku :'(

Beberapa bulan lalu sebelum 9 Agustus 2019 itu, ayah beliau meninggal dunia. Ia beberapa kali cerita sambil menangis mengenang ayah beliau yang telah meninggal. Beliau cerita padaku, sesaat sebelum ayah beliau meninggal, beliau merasa sangat diperhatikan dan disayang oleh ayahnya. Ia pun merasa rindu dengan ayahnya hingga menitikkan air mata.

Seminggu kemudian, ia cerita padaku bahwa ia bermimpi ayahnya dan tante nya yang sempat dekat dengannya waktu kecil dan telah meninggal datang ke mimpinya. Ia heran dengan mimpi itu karena seolah ia ditunggu oleh tantenya. Aku langsung bilang ke beliau bahwa mungkin mereka ingin dikirimkan Al-Fatihah :) Ia pun mengiyakan.

Karena kami sering mengobrol, apapun, pernah kami bicarakan mengenai kematian. Ia pun bertanya, "Zahra, alam kubur kayak gimana sih? kalau kita mati kayak gimana?" Aku pun menjawab dengan ilmu yang aku tahu. "Katanya sih mba, saat kita sakratul maut, disitu setan dan malaikat kayat berebutan ruh kita. Makanya, kalo pas ada yang meninggal kalo bisa dituntun supaya gak salah ucap. serem ya.. hii.. kalo kubur sih ya tergantung amal. kalo baik, insyaAlloh kuburannya terang, luas. kalo jahat ya ada binatang-binatang aneh."

Aku ingat, ketika ia dibuat kesal oleh orang, beliau pasti cuma cerita ke aku dan bilang "tu orang gak inget mati ya zahra. gak takut sama Alloh. biar aja dibales nanti. Atau ketika aku cerita karena kesal juga, beliau pasti nasihatin ke aku "zahra yang sabar. biar aja mereka begitu. kita yang waras ngalah aja. mereka gak takut dihisab kali." biasanya setelah mendengar kata-kata itu, hati aku jadi tenang.

Percakapan kami mengenai kematian tak berhenti dihari itu, dalam 2 bulan terakhir yang aku ingat lebih intens bicara mengenai ini, bahkan beliau pernah memintaku mencarikan kata ustadz meninggal itu gimana.. sampai aku tanya "ih mba yayah nanya mulu, emang udah siap? (sambil ketawa)" beliau pun bilang, mungkin nanti kalau meninggal tempatnya kayak perpus gini kali ya zahra, luas, bersih, dan terang. Akupun menjawab "ya InsyaAlloh mba, apalagi kalo orang baik kayak mba yayah."

Seminggu sebelum hari itu tepatnya senin 5 Agustus 2019 ada berita bahwa mobil avanza di tol tangerang tertimpa truk tanah dan seluruh penumpang meninggal dunia. aku dengar berita itu dari mba yayah, esoknya pun ia mengulangi membicarakan tentang kecelakaan itu hingga pada 8 Agustus 2019 beliau bilang "tuh zahra, ternyata mereka tuh mau ke pasar pagi-pagi, kayaknya mereka jualan deh, terus ketimpa truk. mereka mana tau kalo akan kecelakaan dan meninggal. Yang namanya meninggal memang tiba-tiba ya" dengan nada tenang dan lemah beliau katakan itu pada ku.

Kalian pernah gak, lihat seseorang saat masih hidup sepertinya kurus, lemas tetapi saat meninggal, ia gemuk dan bersih (terlihat sehat). Ya itulah yang aku lihat pada Almarhumah Mba Yayah :) Kalo aku ingat yang ini, rasanya aku bahagia bahwa tau Insyaalloh beliau sudah bahagia.

Al-Fatihah untuk Almarhumah Mba Yayah :')


KODE REFERRAL ASTRO : ZAHGGV

Sebagai emak pekerja, beli bahan belanjaan buat makan tiap hari, enaknya yang praktis dan banyak promo. Kalo harus ke pasar dulu atau swalay...